Bullying

Apakah Bullying itu Hal Wajar?

Adam Burke Comedy – Apakah Bullying itu Hal Wajar? Bullying itu apaan sih? Metode anak muda agar dibilang jagoan sok keren atau di takuti sama yang lebih lemah darinya?? Semuanya tuh salah, biasanya bocah yang suka ngebully itu ada sokongan dari temen-temennya jadi temennya tuh ngedukung dengan kegiatan yang jelek. Coba bayangkan kalo sendirian, pasti gabakalan berani buat ngebully.

Jangan dianggap bullying itu keren, selain bisa nyebabin orang yang di bully kena mental terus bunuh diri, bisa aja nanti pun balas dendam pada orang yang melakukan bullying itu, apa gak jadi panjang nanti urusannya? Patut bakalan jadi runyam kan. Masih mending kalo itu, misal korban bullying itu datang ke dukun terus minta buat yg ngebully itu di santet apa gak makin berabe?? Intinya sebelum ngelakuin hal yang berbau bullying lihat dahulu efek sampingnya.

Bullying sendiri dalam bahasa Indonesia artinya yakni “penindasan/risak” adalah seluruh format penindasan atau kekerasan yang dilaksanakan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilaksanakan secara terus menerus.

Macam Kategori Penindasan Atau Bullying

Maka dari itu tindakan bullying benar-benar tidak dibenarkan, sebab termasuk tindak kezaliman fisik. Bullying sendiri ada kategorinya, ada yang berbentuk perlakuan fisik ada juga yang secara verbal atau kata lain itu mengolok-olok,ngata-ngatain,menghina dan merendahkan bisa di ucap juga sebagai kasus bullying. Kategori bullying akan coba dijabarkan di bawah ini :

Bullying jasmani

Lazimnya perundungan atau Bullying jasmaniah adalah salah satu berasal dari type bullying pada remaja yang paling mudah dikenali. Kerap kali, yang jadi korban akan menerima beraneka perlakuan jasmaniah yang kasar.

Menurut National Center Against Bullying, type perundungan fisik mampu berbentuk menghalangi jalan korban, menyandung, mensupport, memukul, menjambak, hingga mengakibatkan kerusakan barang.

Perhatikan seandainya pada tubuh anak kerap kali kelihatan luka atau memar tanpa alasan yang terang. Umumnya anak yang jadi korban ogah untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara jasmaniah. ini disebabkan sebab khawatir dianggap tukang mengadu atau sebab diancam oleh pelaku perundungan. Maka, anak mungkin akan menjawab bahwa luka hal yang demikian diperoleh selagi main basket atau jatuh berasal dari tangga.

Bullying verbal

Salah satu dari jenis bullying terhadap remaja lainnya yakni perundungan verbal. Tindakan ini sanggup dikerjakan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikis yang menyakitkan atau merendahkan.

Akibat bullying secara verbal kemungkinan tak tampak secara segera. Maka dari itu, pelakunya tak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tak layak secara terus-menerus. Biasanya, hal ini dilakukan saat tak tersedia saksi atau orang lain yang lebih tua.

Perundungan ragam ini kebanyakan dialamatkan kepada buah hati yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya tak serupa dari si kecil-anak yang lain. Tak jarang satu dari variasi perundungan ini dialami oleh si kecil yang gemuk, minderan, atau prestasinya di sekolah kurang menonjol.

Tindakan pengucilan

Tipe perundungan atau Bullying lainnya yang termasuk lumayan kerap terjadi adalah pengucilan buah hati. Anda tidak disakiti secara lahiriah maupun lisan, tapi justru dimusuhi dan dilalaikan oleh lingkungan pergaulannya.

Si akan kesusahan bersahabat yang disebabkan kebanyakan pelaku punya efek yang lumayan kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban. Umumnya, si kecil yang mengalami jenis perundungan ini tak jarang menyendiri, menjalankan tugas grup seorang diri dan tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.

Bullying dunia maya

Faktanya, bullying tidak hanya berlangsung di dunia kongkret saja. Kini ini, bullying di dunia maya atau cyber bullying awam terjadi. Artinya, tidak ditunaikan di lingkungan sekolah atau kehidupan sehari-hari secara lantas. Namun, pelaku mengerjakannya di dunia maya (cyber bullying) melewati internet. Perundungan ini bisa dibilang tidak benar satu type yang cukup baru.

Lazimnya sarana yang digunakan untuk melalukan perundungan di dunia maya ialah sarana sosial, aplikasi chatting, atau surat elektronik (e-mail). Mengingat sifatnya yang bebas, anak Anda dapat saja mendapatkan perundungan berasal dari orang yang tidak dikenalnya atau orang bersama nama pengguna (username) samaran.

Perundungan yang berlangsung umumnya bersifat hinaan atau sindiran. Bisa terhitung bersifat gosip mengenai anak Anda yang disebarkan melewati sarana sosial. Ciri-ciri buah hati yang menjadi korban cyber bullying adalah kerap kali memakai waktu di dunia maya tapi kelihatan sedih atau tertekan setelahnya.

Bullying seksual

Jika buah hati Anda udah memasuki usia remaja permulaan, type perundungan ini lebih bisa saja dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berupaya mengintip, pun menyentuh korban secara seksual.

Tak cuma itu, type perundungan seksual pada remaja merupakan type perundungan bersama cakupan yang cukup luas. Diawali berasal dari menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, menyita foto korban membisu-diam bersama obyek memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban mengerjakan atau melihat hal-hal yang berbau pornografi.

Dalam beberapa kasus, perundungan seksual terhitung di dalam tindakan kezaliman yakni pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara regulasi. Kebanyakan korban berasal dari type perundungan seksual merupakan si kecil perempuan, kendati tidak menutup dapat saja buah hati laki-laki terhitung mengalami type perundungan ini.

Bullying antar saudara

Variasi bullying lainnya yang bisa berlangsung pada remaja yaitu perundungan berasal dari saudara terdekat.  ini bisa berlangsung ketika satu pihak yang merasa bahwa ia diperlakukan tidak cukup bagus dibandingkan bersama adiknya.

Remaja yang dulu dirundung pada era kecilnya dilaporkan condong lebih rentan mengalami masalah gangguan mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di daerah tinggal yang perlu lebih diwaspadai setiap orangtua.

Kasus bullying di Indoneseia masih benar-benar marak dan masih banyak terjadi di kalangan sekolah menengah sekolah perguruan maupun pertemanan, banyak yang menjadi kena mental setelah di bully ada pula yang gak terima lalu membalas balik tindakan bullyin hal yang demikian.

Ada yang sampai menyebabkan korban jiwa juga seperti semisal ada yang melompat dari gedung lantai 4 sekolah SMPN 147 Jakarta, di duga si kecil hal yang demikian ialah buah hati yang kurang berbaur dan sering kali tidur di kelas. Sebelum meninggal anak hal yang demikian sempat di rawat di ICU sebuah rumah sakit dan masih banyak lagi kasus bullying di Indonesia.